Rumah Sakit Internasional
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan akan melakukan pembebasan lahan bagi pembangunan Jembatan Teluk Kendari pada 2010 mendatang.Wakil Gubernur Sultra Saleh Lasata di Kendari, Rabu mengatakan, Gubernur Sultra Nur Alam sedang melakukan pendekatan terhadap investor maupun pemerintah pusat untuk memperoleh anggaran pembebasan lahan."Dalam APBD perubahan tahun 2009 sudah ada anggaran Rp10 miliar untuk penyelesaian desain dan pembebasan lahan tetapi kami perkirakan dana itu belum cukup mengingat areal yang harus dibebaskan cukup luas yaitu meliputi dua kelurahan, karena itu kami upayakan tidak diambil dari APBD karena APBD kita masih terbatas," katanya.Wagub menjelaskan, pembebasan lahan akan dilaksanakan sesuai blue print yaitu meliputi Kelurahan Kendari dan Kelurahan Lapulu yang letaknya dipisahkan oleh Teluk Kendari.a pembebasan lahan pembangunan bisa segera dimulai.Sementara itu, menanggapi adanya protes dari sejumlah anggota DPRD Sultra yang menilai pembangunan jembatan itu belum mendesak Wagub menegaskan, pembangunan jembatan teluk Kendari telah mendapat rekomendasi dari lembaga kerjasama Indonesia-Jepang, JICA, peneliti JICA menilai Jembatan Teluk Kendari akan memperpendek jalur transportasi sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat."Kami tetap jalan, soal tanggapan dari DPRD kami hargai tetapi ini semua demi kepentingan masyarakat, pemerintah pusat pun sudah setuju dan kita sudah mendapat pinjaman dari negara China sehingga tidak ada alasan untuk berhenti," tegasnya.Jembatan Teluk Kendari diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar $66 juta dengan rincian pendanaan dari Negara China sebesar $60 juta dan $6 juta merupakan kontribusi dari pemerintah pusat.Jembatan yang rencananya akan dinamakan Jembatan Bahteramas Teluk Kendari itu merupakan salah satu dari empat proyek yang didanai LOAn dari pemerintah China, tiga jembatan lainnya adalah Jembatan Tayan di Kalimantan barat, Jalan Tol Medan-Kualaman di Sumatera Utara dan dan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan di Jawa Barat.